Laporan Keuangan sangat dibutuhkan oleh perusahaan, tetapi membuatnya merupakan masalah tersendiri.
Bagi rekan-rekan bagian akuntansi, apalagi yang telah dilengkapi dengan software akuntansi yang handal, membuat laporan keuangan bukan lagi menjadi masalah dalam pembuatannya melainkan menjadi "masalah" rutinitas.
Bagi rekan-rekan yang tidak bergerak di bidang akuntansi namun harus membuat laporan keuangan tentunya memerlukan program akuntansi siap pakai, yang seringkali mahal dan tidak flexibel.
Untuk memecahkan masalah tersebut kita dapat mengaplikasikan formula-formula dan VBA(Visual Basic for Application) yang melekat pada Excel.
Untuk memanfaatkan Excel dalam membuat laporan keuangan, tentunya kita harus mengerti prinsip dasar laporan keuangan.
Laporan Keuangan merupakan "Ringkasan" dari transaksi-transaksi yang terjadi dalam perusahaan. Untuk meringkas transaksi tersebut diperlukan suatu kode yang biasa disebut Chart of Accounts atau Bagan Perkiraan atau Kode Rekening.
Formula utama untuk meringkas transaksi tersebut adalah "=Sumif" sedangkan VBA yang dipergunakan adalah untuk memilih transaksi dengan kode rekening tertentu atau yang dalam bahasa akuntasi disebut "General Ledger" atau "Buku Besar".
Proses pembuatan laporan keuangan adalah sebagai berikut :
Saldo Awal -->Transaksi --> Saldo Akhir (Neraca Saldo, Neraca, R/L, Perubahan Modal, Arus Kas)
Untuk mengetahui secara detail teknis pembuatan laporan keuangan tersebut kita dapat membaca buku-buku mengenai aplikasi Excel dan VBA untuk membuat laporan keuangan yang tersedia di toko buku.
Jika sekedar ingin berkonsultasi, anda dapat mengisi komentar dalam blog ini.